5 Penyakit Akibat Kolesterol Tinggi – Kolesterol tinggi merupakan penyakit yang menjadi momok banyak orang di zaman modern ini. Bagaimana tidak? Dewasa ini sangat mudah untuk memperoleh makanan enak, apalagi makanan cepat saji. Karena kemudahan ini, kebiasaan makan pun jadi tidak terkontrol. Sehingga, kolesterol tinggi pun mengintai.

Berdasarkan data Riskesdas 2007, angka kejadian kolesterol tinggi mencapai hingga 39,8 persen. Meskipun angka tersebut sedikit menurun pada Riskesdas 2013 menjadi 35,9 persen, hal itu tidak cukup signifikan untuk menekan berbagai komplikasi penyakit yang disebabkan oleh kolesterol tinggi.

Kadar kolesterol yang tinggi bisa menimbulkan deposit atau simpanan lemak dalam pembuluh darah. Selanjutnya, deposit lemak tersebut akan menyebabkan kesulitan aliran darah dalam pembuluh darah arteri. Pada akhirnya, hal ini bisa memicu beberapa penyakit akibat kolesterol tinggi seperti berikut ini.

  1. Aterosklerosis

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi akibat kolesterol tinggi adalah plak lemak atau disebut aterosklerosis. Awalnya, plak lemak terbentuk akibat tingginya kadar LDL dalam darah. LDL tersebut kemudian akan menumpuk di dinding pembuluh darah, dan akan bertambah hingga menyumbat pembuluh darah.

  1. Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Penyakit Jantung Koroner terjadi saat sumbatan plak lemak membuat diameter pembuluh darah menyempit, sehingga oksigen dan makanan yang bisa melalui pembuluh darah untuk sampai ke otot jantung menjadi menipis.

Akibatnya, saat melakukan aktivitas sedang atau pun berat yang memerlukan asupan oksigen dan makanan yang lebih banyak, otot jantung mengalami kekurangan oksigen, sehingga menimbulkan nyeri angina yang khas di dada.

  1. Penyakit Arteri Perifer

Bila terjadi di pembuluh darah tungkai, bisa terjadi penyakit arteri perifer. Gejalanya adalah nyeri pada satu atau kedua paha sesudah beraktivitas, kesemutan dan lemah pada kaki, dingin dan perubahan warna pada kaki, disfungsi ereksi pada pria, dan lain sebagianya.

  1. Stroke

Sumbatan pada pembuluh darah akibat kolesterol tinggi bisa terjadi di area pembuluh darah seluruh tubuh, termasuk di otak. Jika sumbatan terjadi pada otak maka bisa terjadi stroke.

  1. Darah Tinggi

Darah tinggi atau hipertensi juga berhubungan dengan kolesterol tinggi. Saat pembuluh darah mengeras dan menyempit akibat adanya plak kolesterol, jantung berusaha untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hingga ada akhirnya, tekanan darah menjadi tinggi.

Umumnya kolesterol tinggi tidak mempunyai gejala yang khas. Bahkan, biasanya baru ditemukan ketika melakukan pemeriksaan rutin kesehatan (medical check-up).

Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kadar kolesterol, terutama LDL, agar selalu beratasa di batas normal. Anda dapat melakukannya dengan menjaga pola makan yang sehat, olahraga, dan mengkonsumsi obat penurun kolesterol jika diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *